ghostsinthemachinebook.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan bahwa tahun 2026 adalah momentum penting untuk memperkuat program-program yang berdampak langsung pada masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan saat Safari Ramadan di Musala Al Mabrur, Cilandak, pada Minggu, 22 Februari 2026.
Dalam keterangan resminya, Rano menyebutkan bahwa ada tiga isu utama yang perlu ditangani, yaitu banjir, kemacetan, dan kemiskinan. Ia menyatakan komitmennya untuk memastikan bahwa solusi terhadap ketiga masalah ini menjadi fokus utama dalam merumuskan kebijakan pemerintah provinsi di masa mendatang. “Strategi pembangunan kami akan diarahkan untuk menanggulangi ketiga tantangan tersebut secara bertahap dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Terkait masalah banjir, Rano menyebutkan bahwa program normalisasi Sungai Ciliwung akan dilanjutkan, disertai penataan kawasan bantaran sungai. Proses pembebasan lahan dan relokasi warga akan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Normalisasi sungai harus dilakukan untuk mengembalikan fungsi aliran air yang optimal,” tegasnya.
Di sisi lain, untuk mengatasi kemacetan, pemerintah provinsi akan memperluas konektivitas angkutan umum melalui pengembangan Transjabodetabek. Rano menjelaskan bahwa penambahan jalan tidaklah mungkin dilakukan mengingat keterbatasan lahan. Oleh karena itu, penguatan transportasi publik menjadi solusi utama untuk mengurangi kemacetan di ibu kota.
Dengan berbagai langkah strategis ini, Rano berharap masyarakat Jakarta dapat merasakan manfaat nyata dari berbagai kebijakan yang sedang dan akan dilaksanakan oleh pemerintah.