ghostsinthemachinebook.com – Banjir melanda kawasan padat penduduk Jalan Pulo Nangka, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Jumat, 20 Februari 2026, bertepatan dengan awal bulan Ramadhan 1447 H. Peristiwa ini terjadi akibat hujan deras yang turun tanpa henti sejak malam sebelumnya.
Darsih, seorang warga setempat, menjelaskan bahwa genangan air mulai masuk ke rumah mereka sejak pagi. Ia mengungkapkan, “Tadi pagi air masuk, dari semalam hujan nggak reda.” Selain hujan, luapan Kali Mookevart juga menjadi penyebab utama banjir yang merendam kawasan tersebut hingga ketinggian 40 sentimeter. Darsih menambahkan, “Ini mah masih kecil (ketinggian air). Ada 30-40 sentimeter.”
Banjir yang kembali menerjang kawasan ini menjadi bagian dari siklus tahunan yang kerap dialami masyarakat setempat. Genangan air tidak hanya mengganggu kegiatan ibadah, tetapi juga memutus akses jalan utama, sehingga memaksa warga harus menerjang air keruh untuk keluar atau masuk ke rumah.
Kondisi ini menimbulkan kebangkitan ingatan mengenai masalah banjir di wilayah tersebut yang tak kunjung teratasi. Warga berharap perhatian lebih dari pemerintah agar solusi permanen dapat ditemukan, mengingat banjir sering kali mengganggu kehidupan sehari-hari mereka.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan perlunya tindakan preventif dalam menghadapi masalah banjir, terutama menjelang musim hujan. Masyarakat, yang mayoritas mengandalkan akses jalan tersebut, berharap pemerintah mengambil langkah cepat untuk mengatasi dampak bencana alam yang sering mereka hadapi.