ghostsinthemachinebook.com – Presiden Prabowo Subianto telah melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam agenda Board of Peace yang berlangsung di Washington DC pada Kamis, 19 Februari. Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengungkapkan bahwa Prabowo merupakan satu-satunya kepala negara yang melakukan pertemuan tersebut di tengah lebih dari 15 pemimpin dunia yang hadir.
Pertemuan ini menghasilkan penandatanganan perjanjian perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat. Dalam perjanjian tersebut, disepakati tarif resiprokal sebesar 19 persen untuk produk impor Indonesia, yang sebelumnya berada di angka 32 persen. Teddy menekankan bahwa penurunan tarif ini mencerminkan komitmen kedua negara untuk mempererat hubungan perdagangan.
Selain tarif resiprokal, perjanjian tersebut juga menetapkan tarif 0 persen untuk 1.819 produk unggulan Indonesia, termasuk kopi, kakao, minyak kelapa sawit, dan semikonduktor. Ini diharapkan dapat memperluas akses pasar bagi produk-produk Indonesia di AS dan mendongkrak sektor ekonomi nasional.
Setelah penandatanganan, Prabowo dan Trump melakukan diskusi lebih lanjut selama sekitar 30 menit, membahas berbagai isu lain yang relevan. Teddy menyampaikan bahwa perkembangan terkait kesepakatan ini akan diumumkan dalam waktu dekat, mengindikasikan adanya langkah optimis untuk masa depan hubungan Indonesia dan Amerika Serikat.